BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial
dimana manusia membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup selain
sandang,pangan dan papan manusia juga membutuhkan manusia lain untuk saling
berinterkasi satu sama lain. Dalam hal kehidupan sehari-hari manusia sebagai
makhluk sosial membutuhkan teman untuk itu setiap manusia akan mencari teman
sebanyak-banyaknya (bersosialisasi) untuk menunjang segala aktifitas
sehari-hari maupun untuk mencapai tujuan yang ingin di capai dalam kehidupannya
namun dalam konteks ini terkadang manusia tidak selektif dalam memilih teman
(bersosialisasi) mereka hanya mencari teman sebanyak-banyaknya hanya untuk
berkumpul dan bersenang-senang tanpa memikirkan efektifitas dan efisiensi dalam
bergaul (bersosialisasi) itu sendiri. Di zaman moderen seperti sekarang
seyogyanya manusia memilih teman yang dapat membantunya menjadi manusia yang lebih
baik untuk kedepannya dan membantunya dalam hal relasi untuk mencapai sebuah
visi dan misi yang ada dalam diri manusia itu sendiri.
Rumusan Masalah
Apa
yang di maksud manusia sebagai makhluk sosial?
Bagaimana
bersikap dan bergaul(bersosialisasi)?
Bagaimana
cara bersosialisasi yang efektif?
Bagaimana
cara bersosialisasi yang efisien?
Tujuan dan Manfaat
Penulisan
1.
Tujuan Penulisan
Ø
Mengetahui
manusia sebagai makhluk sosial
Ø
Mengetahui
apa yang di maksud dengan berteman (bersosialisasi)
Ø
Mengetahui
bagaimana cara bersosialisasi yang efektif
Ø
Mengetahui
bagaimana cara bersosialisasi yang efisien
2.
Manfaat Penulisan
Dalam hal ini
penulis menginginkan dengan di buatnya tulisan ini agar si pembaca tahu
bagaimana cara bersosialisasi dengan baik,efektif dan efisien sehingga manusia
dapat mencapai visi misi dalam kehidupannya sesuai dengan yang telah di
tentukan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Pengertian Bersosialiasi
Bersosialisasi adalah suatu
proses dimana setiap individu manusia mempelajari, menerima dan menyesuaikan
diri dengan berbagai unsur kebudayaan dalam masyarakat, seperti adat istiadat,
nilai, norma, perilaku, bahasa, dan sebagainya. Bersosialisasi berlangsung
sejak seseorang masih bayi sampai orang tersebut meninggal.Tujuan orang
bersosialisasi adalah memberikan keterampilan untuk bekal kehidupannya kelak di
masyarakat, untuk pengendalian fungsi organ tubuh dan agar mampu berkomunikasi
secara efektif serta mampu mengembangkannya. Setiap individu harus dibiasakan
dengan nilai-nilai dan kepercayaan.
B.
Pengertian Efektif
Menurut kamus besar bahasa
Indonesia, Kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya,
kesannya); manjur atau mujarab (tt
obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tt usaha, tindakan); mulai berlaku (tt undang-undang, peraturan).
Sedangkan definisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan secara tepat
atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan
cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya.
Efektif bisa juga diartikan
sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah
ditentukan. Misalnya jika suatu pekerjaan dapat selesai dengan pemilihan
cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.
Pengertian
efektif menurut para ahli:
Ø
Sondang
P. Siagian (2001 : 24) memberikan definisi sebagai berikut :
Efektif
adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang
secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa
kegiatan yang di jalankannya. Efektif menunjukan keberhasilan dari segi
tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan semakin
mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya.
Ø
Hidayat
(1986) yang menjelaskan bahwa :
Efektifitas
adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target(kuantitas,kualitas dan
waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentasetarget yang dicapai, makin
tinggi efektifitasnya.
Dalam
beberapa definisi di atas penulis berpendapat bahwa efektif adalah segala
proses atau tindakan yang di lakukan manusia dalam mencapai sebuah tujuan
sesuai dengan yang telah di tetapkan sebelumnya
C.
Pengertian Efisien
Pengertian Efisiensi Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia efisiensi adalah ketepatan cara (usaha, kerja)
dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya.
Pengertian efesien menurut para
ahli:
Ø
Hanafie (2010: 193) berpendapat:
efisiensi adalah upaya penggunaan input yang
sekecil-kecilnya untuk mendapatkan produksi yang sebesar-besarnya.
Ø
Simanjuntak
dan Muklis (2012: 17) berpendapat
Bahwa efisiensi yang direncanakan, dengan cara produksi
dengan biaya murah, tetapi dengan tetap sesuai harapan, baik mutu dan barang
yang diproduksi maupun pelayanannya. Selain itu efisiesi adalah mencakup
alokasi sumber daya, perilaku manusia, dan sistem kemasyarakatan namun
efisiensi tidak harus berarti penghematan material saja, tetapi diperhitungkan
pula aspek yang nonmaterial
Dalam beberapa definisi di atas penulis
berpendapat bahwa efisien adalah segala proses atau tindakan yang di lakukan
manusia dalam mencapai sebuah tujuan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan
sebelumnya
BAB III
PEMBAHASAN
A. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk sosial yang hidup
bermasyarakat (zoon politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia
sanggup menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan sosial. Sebagai
makhluk sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya
sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya,
dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi
membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang
secara baik dan sehat. Manusia tidak
dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.Karena manusia
menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan
pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali
melalui medium kehidupan sosial.
Manusia adalah makhluk sosial yang
tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya misalnya saja hubungan sosialisasi antar
tetangga,dengan adanya interaksi sosial antar tetangga akan mempermudah kita
dalam mengatasi masalah di sekitar yang membutuhkan bantuan dari manusia
lainnya. Jadi itulah mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Dibawah
ini merupakan faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat.
Faktor-faktor itu adalah:
1. Adanya dorongan seksual, yaitu dorongan manusia untuk
mengembangkan keturunan atau jenisnya.
2. Adanya kenyataan bahwa manusia adalah serba tidak bisa
atau sebagai makhluk lemah.karena itu ia selalu mendesak atau menarik kekutan
bersama, yang terdapat dalam perserikatan dengan orang lain.
3. Karena terjadinya habit pada tiap-tiap diri manusia.
Manusia bermasyarakat karena ia telah biasa mendapat bantuan yang berfaedah
yang diterimanya sejak kecil dari lingkungannya.
4. Adanya kesamaan keturunan, kesamaan territorial,
nasib, keyakinan/cita-cita, kebudayaan, dan lain-lain.
Dalam perkembangannya manusia juga
mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan
melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia
menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri
manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan
tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia
sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan
efisien.
B.
Bagaimana Bersikap dan Bergaul(Bersosialisasi)?
Seringkali kita melupakan betapa pentingnya
bersosialisasi, terkadang malah seakan kita enggan untuk melakukannya. Entah
karena malu atau takut merasa dirugikan oleh orang lain? Padahal tak seorang
pun didunia ini melakukan perjalanan seorang diri. Agar bisa bergerak maju mengejar
semua tujuan, baik kita menyadarinya maupun tidak. Kita selalu membutuhkan
orang lain. Kita tidak bisa meraih kesuksesan sendiri tanpa bantuan dari orang
lain. Disisi lain membangun hubungan positif belum tentu mudah. Disini saya
mencoba untuk berbagi kutipan-kutipan dan tips yang saya kumpulkan dari
berbagai sumber yang saya rangkum dan saya pilah mengenai bagaimana bersikap
dan bergaul (bersosialisasi) yang baik. Agar setiap orang dapat saling
berhubungan dengan baik dan positif.
Salah satu hal yang mungkin kita lupakan dalam
kehidupan sehari-hari adalah, bahwa kita tidak sadar, orang-orang di sekeliling
kita mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Kadang kita
memperingatkan adik-adik atau teman kita untuk tidak salah pergaulan, karena
memang pergaulan sangat mempengaruhi pola pikir. Tetapi jangan lupakan diri
kita, bahwa memilih teman bergaul menjadi kunci penting kesuksesan hidup kita. Cobalah
Anda bergaul dengan orang-orang yang setiap hari hidupnya dipenuhi dengan sikap
pesimis. Yang terjadi adalah, sikap pesimis itu akan saling bersahut-sahutan,
mendapatkan ruang untuk berkembang, dan lama-lama menginternal menjadi
nilai-nilai yang mempengaruhi keseluruhan hidup kita. Maka berikutnya yang akan
terjadi adalah hidup kita akan penuh dengan
pesimisme, apapun kondisi hidup kita. Ada kesulitan sedikit, cerita dengan
teman, kesulitan itu kemudian seperti sumbu yang mendapatkan siraman bensin.
Semakin mendapatkan pembenaran dari kawan kita yang sama-sama pesimis. Dia juga
menambahkan kisah-kisah pesimisme dalam hidupnya. Maka jadilah sama-sama
pesimisme itu menjadi pembenaran yang kemudian mengendap dalam pikiran. Jadilah
kemudian sama-sama pesimis. Hidup, pada akhirnya tidak lagi memberi harapan.
Padahal, harapan akan masa depan
adalah sesuatu yang membuat kita terus bersemangat. Jika harapan itu kita
padamkan, yang ironisnya itu di padamkan oleh diri kita sendiri, maka yang
terjadi adalah kehidupan yang suram. Orang-orang pesimis tidak akan mendapatkan
cahaya masa depan. Dia terkurung oleh kehidupannya kini, yang celakanya gelap dan
tidak bercahayakan semangat. Karena itulah, bergaul dengan orang-orang yang
positif adalah pilihan yang tepat. Kita memang harus memilih. Dengan siapa kita
bergaul, akan menentukan seperti apa kita dimasa depan kelak. Andaikan kita
dikelilingi orang-orang yang positif, seburuk apapun kondisi yang sedang kita
alami, akan bisa kita hadapi dengan sikap yang tenang dan positif. Dan sikap
positif inilah yang menjadikan kita tetap bisa menjalani semua aspek kehidupan
dengan baik. Kita akan terus mempunyai masa depan, punya impian, optimis
menghadapi hidup, menghindari mengeluh, dan pantang menyerah. Sikap hidup
inilah yang justru menjadi point penting
dalam menghadapi hidup. Jika kita mampu menyebarkan sikap positif dalam
pikiran dan hati kita, maka kehidupan kita akan menjadi jauh lebih berbahagia.
Jadi, teman seperti apakah yang mesti kita pilih? Ada
pepatah Arab yang mungkin bisa diikuti, bahwa teman terbaik adalah “teman yang
menunjukkan kita kepada kebaikan”. Nah, kebaikan itu seperti apa, tentu saja
yang menunjukkan bagaimana mentaati berbagai norma; agama, sosial, dan juga
selalu menunjukkan sikap positif, bahwa hidup adalah sesuatu yang harus
diperjuangkan. Apa pun profesi dan bidang kerja Anda, kemampuan sosialisasi
sangat mutlak diperlukan. Sekalipun pekerjaan tidak mengharuskan Anda bertemu
untuk bertemu dengan banyak orang, sebagai makhluk social Anda tetap dituntut
untuk mampu bersosialisasi. Sekecil apapun lingkungan kerja, Anda tetap perlu
berinteraksi dengan orang-orang disekeliling Anda. Kemampuan sosialisasi memang
selalu diidentikan dengan kemampuan berkomunikasi dengan lingkungan. Namun
tentu saja bukan asal komunikasi, Anda harus memiliki kemampuan bersosialisasi
yang baik. Karena melalui sosialisasi yang baik dapat mengantarkan Anda ke
gerbang kesuksesan.
C.
Bagaimana Cara Bersosialisasi Yang Efektif
Kebanyakaan pemuda di zaman modern
berpikiran mempunyai banyak teman dan berpetualang kemana saja adalah sebuah
kebanggan dan berpikir bahwa orang yang tidak memiliki banyak teman dan tidak
sering berpetualang itu orang yang
kurang bergaul atau kuper ada istilah di zaman sekarang jika tidak memiliki
teman yang cukup banyak dan tekesan bawa perasaan dalam pergaulan mereka
menyebut “Kalau lu masih baper dan kurang teman main lu kurang jauh” padahal
jika kita berpikir secara logika hidup itu tidak sebercanda yang mereka kira
karena dalam hidup kita harus menjalaninya dengan baik dan benar terutama dalam
hal bergaul (bersosialisasi). Dalam hal bergaul (bersosialisasi) kita harus
selektif dalam memilih teman memang kita jangan membatasi diri untuk bergaul
dengan siapapun.
Dalam bergaul (bersosialisasi)
seyogyanya kita harus memilih teman yang dapat mengarahkan kepada suatu tujuan
yang kita akan capai jadi janganlah anda berabangga jika memiliki teman yang
banyak namun tidak ada satupun dari teman anda membantu anda untuk mencapai suatu tujuan yang anda inginkan(efektifitas
pencapaian tujuan hidup). Lebih baik memiliki teman yang sedikit namun mereka
mampu meningkatkan kualitas diri kita dari pada mereka yang memiliki banyak
teman hanya sekedar hura-hura,bersenang-senang
dan kongkow yang tidak jelas arah dan tujuannya.
D.
Bagaimana Cara Bersosialisasi Yang Efisien
Selain bergaul (bersosialisasi)
secara efektif kita juga sebenarnya di tuntut untuk bergaul secara efisien apa
yang di maksud dengan bergaul (bersosialisasi) yang efisien maksud dari
pernyataan tersebut adalah kita harus dapat memilih teman yang dapat
mengarahkan kita kepada visi misi yang telah tercapai sesuai dengan waktu yang
telah kita tentukan. Masa muda seharusnya di manfaatkan para pemuda untuk
mencari teman untuk menambah relasi dan juga network tapi dalam realitanya para
pemuda di zaman modern tidak berpikir panjang untuk sampai memikirkan hal yang
sedetail yang penulis paparkan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN
SARAN
A.
KESIMPULAN
Di era modern seperti saat ini
kebutuhan manusia dalam hal kehidupan manusia semakin banyak dengan hal
tersebut manusia di tuntut untuk meningkatkan kualitas dalam hidupnya manusia
hakikatnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan harus
berinteraksi dengan manusia lain implementasi dari interaksi di dalam kehidupan
adalah denga cara bergaul ataupun mencari teman untuk mendukung aktivitas
keseharian manusia namun dalam hal bergaul (bersosialisasi) kita di tuntut
untuk selektif dalam memilih teman untuk itu dengan penulisan di atas penulis
mengajak kepada pembaca untuk selektif mencari teman untuk mewujudkan pergaulan
yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan hidup yang di milikinya.
Bergaul (bersosialisasi) dengan
efektif dan efisien dapat menambah kualitas diri kita menjadi lebih baik dan
juga mengantarkan kita kepada sebuah tujuan yang telah kita tetapkan sesuai
dengan jangka waktu yang kita telah tetapkan.
B. SARAN
Mungkin sebagian pembaca berpikir
bahwa dalam pergaulan kita sehari-hari tidak serumit yang penulis paparkan namu
dengan tulisan ini penulis berharap si pembaca dapat memahami dan membuka
pikirannya untuk meningkatkan kualitas dalam kehidupan kita dan juga dapat
mempermudah kita untuk mencapai suatu tujuan yang kita telah kita tetapkan
dengan cara bersosialisasi dengan efektif dan efisien.
0 komentar:
Posting Komentar